EUBACTERIA dan ARCHAEBACTERIA
OLEH:
ANITA NATASHA X2 / 4
BERNADUS MICHAEL P X2 / 6
GIOVELLINO MARTHIENS X2 / 19
NICHOLAS SETIAWAN X2 / 30
EUBACTERIA
STRUKTUR BAKTERI
Gambar 1.1 Struktur bakteri
KOMPONONEN PENTING :
1.Dinding Sel
2.Membran Sel
3.Sitoplasma
4.Bahan Genetik (DNA)
5.Organ Sel
BAHAN GENETIKA (DNA)
Tersusun oleh asam Deoksiribonukleat
Sebagian besar bakteri hanya memiliki 1 DNA
Memiliki inti yang disebut nukleoiD
PLASMID
Kebanyakan bakteri memiliki plasmid berbantuk cincin
Berisi gen – gen penting.
Terdapat dalam sitoplasma
SITOPLASMA
Cairan yang bersifat kloid
Berfungsi untuk menunjang kehidupan sel
RIBOSOM
Organel sel yang fungsi untuk sintesis protein
MEMOSOM
Daerah membran sel yang mengalami pelipatan
Berfungsi untuk pembentukan diding sel dan pembelahan sel
ENDOSPORA
Suatu struktur berdinding tebal
Dinamakan endosprora karena dibentuk dalam sel
Tumbuh menjadi sel vegetatif
Bukan merupakan alat perkembangbiak
MEMBRAN SITOPLASMA
Selaput pembungkus sitoplasma
Berfungsi mengatur keluar masuknya zat didalam sel dan tempat perekatan flagellum
Jika membran sitoplasma rusak sel akan mati
DINDING SEL
Memberi kekuatan / perlindungan terhadap sel
Tersusun atas peptidoglikan
KAPSUL
Lapisan lender yang melindungi sel
Tidak semua bakteri memiliki
Untuk cadangan makanan
PILI
Benang pendek yang terdapat dipermukaan bakteri
Pandang mencapai 3 mikro, diameter 5 nano
Untuk alat pelekat dengan bakteri lain
Gambar 1.2 Bentuk bakteri
BENTUK BAKTERI
Dibagi atas 3 yaitu :
1. BULAT (KOKUS)
2. BATANG (BASIL)
3. LENGKUNG (KOMA)
BULAT (KOKUS)
Diameter 1 mikro atau kurang
BATANG (BASIL)
Panjang sekitar 2 – 5 mikro, bahkan 10 mikro
Diameter 0,5 – 1 mikro
LENGKUNG (KOMA)
Panjang sekitar 2-5 mikro
KLASIFIKASI BAKTERI
Berdasarkan cara memperoleh makanan:
1. Bakteri autotrof
Bakteri fotoautrof memiliki bakterioklorofil dan bakteriopurpurin.
Bakteri kemoautotrof.
2. Bakteri heterotrof
Tidak dapat membuat bahan organik.
Bakteri kemoheterotrof.
Mengakibatkan pembusukan pada makanan.
Berdasarkan kebutuhan oksigen :
1. Bakteri aerob
Tidak ada oksigen = mati.
Contoh : bacillus.
2. Bakteri anaerob
Dibedakan menjadi anaerob obligat, fakultatif, aerotoleran.
Contoh bakteri anaerob obligat : bakteri clostridium.
Contoh bakteri anaerob fakultatif : bakteri escherchia coli.
Contoh bakteri aaerob aerotoleran : bakteri lactobacillus.
3. Bakteri mikroaerofil
Bakteri yang tumbuh jika ada oksigen bebas dalam jumlah sedikit ( >0,2 atmosfer )
Contoh : helicbacter pylori
Berdasarkan Struktur kimia dinding selnya :
1. Bakteri gram positif.
Memiliki dinding sel yang tersusun atas lapisan peptidoglikann yang relatif tebal dan mengandung asam teikoat.
Jenis ini lebih rentan terhadap antibiotik penisilin tapi lebih resisten terhadap gangguan fisik. Contoh : bacillus dan streptococcus.
Contoh : salmonella , escherichia.
2. Bakteri gram negatif
Terdiri 2 lapisan.
Lapisan luar tersusun atas lipopolosakarida dan protein.
Lapisan dalam tersusun atas peptidoglikan
Resistan terhadap antibiotik penisilin tapai kurang resistan terhadap gangguan fisik.
Berdasarkan hubungan evolusinya :
1. Proteobacteria
Proteobacteria merupakan filum utama bakteri.
Bermacam-macam patogen
Semua Proteobacteria merupakan bakteri gram negatif yang membran terluarnya tersusun atas lipolisakarida.
2. Bakteri gram positif.
Beberapa bakteri ini ada bakteri gram negatif.
Bakteri-bakteri yang menghasilkan yoghurt dengan menghasilkan asam laktat juga merupakan bakteri gram positif
Bakteri gram positid juga ada yang menghasilkan antibiotik.
3. Bakteri gram negatif
Terdiri 2 lapisan.
Lapisan luar tersusun atas lipopolosakarida dan protein.
Lapisan dalam tersusun atas peptidoglikan
Resistan terhadap antibiotik penisilin tapai kurang resistan terhadap gangguan fisik.
4. Spirocheta
Beranggotakan bakteri-bakteri gram negatif, berbentuk spiral dan merupakan organisme heterotrof.
Hidup secara bebas, bersimbiosis dan sebagai parasit.
Contoh : terponema pallidum.
5. Cyanobacteria.
Bersel satu dan bersel banyak.
Mampu melakukan fotosintesis
Heterosista.
Menguntungkan :
Ganggang biru potensial digunakan pupuk hayati
Dapat sebagai sumber makanan.
Merugikan :
Bau tanah dan warna pada air tawar.
Jika populasi “doorrrr” maka akan meracuni manusia dan hewan yang meminum air yang terkontamisani ganggang biru.
REPRODUKSI BAKTERI
Gambar 1.3 Pembelahan biner
TERDIRI ATAS ;
PEMBELAHAN BINER
KONJUGASI
TRANSFORMASI
TRANSDUKSI
PEMBELAHAN BINER
Membelah sel bakteri menjadi dua sel anak
Pada umumnya pembelahannya dilakukan secara melintang
Kebanyakan bakteri memerlukan waktu 20 menit untuk membelah diri
KONJUGASI
Pemindahan bahan genetik (DNA) dari sel bakteri pemberi ke sel bekteri penerima
Melalui pilus kelamin (sex pilus)
TRANSFORMASI
Pemindahan bahan genetik (DNA) dari luar kedalam sel bakteri penerima
TRANSDUKSI
Pemindahan DNA dari satu sel bekteri pendonor ke sel bakteri penerima
PERAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN
1. SEBAGAI ANTIBIOTIK
· Streptomisin (dihasilkan oleh Streptomyces griseus)
· Kloramfenikol (dihasilkan oleh Streptomyces venezuela)
· Polimiksin (dihasilkan oleh Bacillus polymyxa)
2. SEBAGAI PEMBUAT MAKANAN
· Lactobacillus bulgaris = yogurt
· Streptococcus lactis = mentega dan keju
· Acetobacter xylinum = sari kelapa/ nata de coco
· Lactobacillus casei = keju
· Lactobacillus citrovorum = memberi aroma pada mentega dan keju
ARCHAEBACTERIA
Archaebacteria merupakan bakteri prokariotik uniseluler yang memiliki membran sel dan secara
genetik berbeda dari organisme lain. namanya berasal dari bahasa Yunani arhae yang berarti purba.
Archaebacteria tidak dikenali sebagai bentuk kehidupan yang lain dari bakteri hingga tahun 1977
oleh Carl Woese dan George Fox melalui studi RNA.
TERBAGI ATAS 3 KELOMPOK ;
Bakteri Halofilik / Halofil
Bakteri Metanogenik / Metanogen
Bakteri Thermoasidofilik / Termoasidofil
Bakteri Pereduksi Sulfur
1. Bakteri Halofilik / Halofil
- Berasal dari kata : halo = garam; philos = suka
- Merupakan bakteri yang hidup pada lingkungan yang berkadar garam / salinitas tinggi
- Mampu melakukan fotosintesis dengan menggunakan klorofil bacteriorhadopsin = ungu
- Contoh species :Halobacterium sp
- Berasal dari kata : halo = garam; philos = suka
- Merupakan bakteri yang hidup pada lingkungan yang berkadar garam / salinitas tinggi
- Mampu melakukan fotosintesis dengan menggunakan klorofil bacteriorhadopsin = ungu
- Contoh species :Halobacterium sp
2. Bakteri Metanogenik / Metanogen :
- Bersifat anaerobik dan kemosintetik
- Habitat : rawa / lingkungan yang berkadar oksigen sangat rendah
- Memperoleh makanan dengan jalan membusukkan sisa-sisa tumbuhan mati dan menghasilkan gas metana (CH4)
- Membantu proses fermentasi selulosa pada pencernaan hewan ruminansia
- Bakteri yang hidup dilaut memperoleh makanan dari bahan organik yang jatuh ke laut
- Tumbuh dan berkembang dengan baik pada suhu 98⁰C dan tidak mampu bertahan hidup di bawah suhu 84⁰C
- Contoh species : Methanococcus sp
- Habitat : rawa / lingkungan yang berkadar oksigen sangat rendah
- Memperoleh makanan dengan jalan membusukkan sisa-sisa tumbuhan mati dan menghasilkan gas metana (CH4)
- Membantu proses fermentasi selulosa pada pencernaan hewan ruminansia
- Bakteri yang hidup dilaut memperoleh makanan dari bahan organik yang jatuh ke laut
- Tumbuh dan berkembang dengan baik pada suhu 98⁰C dan tidak mampu bertahan hidup di bawah suhu 84⁰C
- Contoh species : Methanococcus sp
3. Bakteri Themoasidofilik / Thermoasidofil
- Habitat : lingkungan ekstrim yang panas dan asam, seperti kawah vulkanik, lubang vulkanik gunung berapi, mata air bersulful di Yellow Stone AS
- Hidup pada kondisi optimal : 60 – 80 ⁰C dengan pH 2 – 4
- Contoh species : Thermoplasma
- Habitat : lingkungan ekstrim yang panas dan asam, seperti kawah vulkanik, lubang vulkanik gunung berapi, mata air bersulful di Yellow Stone AS
- Hidup pada kondisi optimal : 60 – 80 ⁰C dengan pH 2 – 4
- Contoh species : Thermoplasma
4. Bakteri Pereduksi Sulfur
- Merupakan bakteri yang memanfaatkan hidrogen dan sulfur anorganik sebagai sumber energinya
- Reaksinya :
H₂ + S → H₂S
₆H₂S + 3O₂ → ₆S + ₆H₂O
- contoh species : Sulfolobus sp
- Merupakan bakteri yang memanfaatkan hidrogen dan sulfur anorganik sebagai sumber energinya
- Reaksinya :
H₂ + S → H₂S
₆H₂S + 3O₂ → ₆S + ₆H₂O
- contoh species : Sulfolobus sp


